Sertifikasi nasional BNSP

Pada dasarnya sertifikasi bisa di dapat di mana saja. Secara umum suatu kegiatan apa pun namanya bisa dibuatkan sertifikasi. Misalkan : pelatihan, seminar, workshop, kepanitian, atau apapun namanya seringkali disediakan sertifikat sebagai penanda bahwa yang bersangkutan telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Partisipasinya macam-macam, bisa sebagai peserta acara, panitia acara, ataupun sebagai pengisi acara. Pada intinya mudah sekali untuk membuat sertifikat bagi setiap orang. Tapi tidak halnya dengan sertifikasi kompetensi apalagi sertifikasi nasional untuk kompetensi.

Kredibilitas Sertifikasi Nasional

Masalahnya tidak semua sertifikasi bisa memberikan manfaat buat kita khususnya dalam hal mencari pekerjaan. Padahal saat ini mencari kerja tidak hanya diperlukan ijazah formal tapi juga sertifikasi tertentu yang menandakan secara kredibel bahwa kita memiliki keahlian atau kompetensi di bidang atau posisi yang hendak kita lamar. Tentu sertifikasi tersebut model sertifikat penghargaan karena menjadi panitia 17 Agustusan di lingkungan tempat tinggal. Tapi sertifikasi khusus yang diterbitkan oleh lembaga yang kredibel melalui proses training atau ujian sertifikasi dan diakui secara nasional atau sertifikasi nasional. Itulah yang dibutuhkan buat bekerja.

Ujian Sertifikasi Kompetensi Nasional

Akan halnya sertifikasi kompetensi yang berkaitan dengan ketenagakerjaan maka sertifikasi yang dapat diterima oleh pihak industri atau perusahaan adalah sertifikasi kompentensi. Sertifikasi kompetensi ini memiliki perbedaan karena ini sertifikat adalah bukti kredibilitas seseorang bahwa yang bersangkutan memiliki kompetensi sesuai dengan sertifikat yang dimilikinya. Sertifikat kompetensi biasanya didapatkan melalui proses pengujian atau pengetesan oleh lembaga yang berwenang. Misalkan : sertifikat yang didapat melalui ujian yang diselenggarakan oleh vendor produk tertentu sebagai bukti bahwa mereka yang lulus sertifikasi menguasai kompetensi menginstalasi produk mereka. Oleh lembaga independent yang ditunjuk oleh vendor atau instansi terkait yang berhak melaksanakan ujian sertifikasi berikut mengeluarkan sertifikasinya.

Batas Kadaluarsa Sertifikat

Keunikan dari sertifikasi adalah memiliki masa kadaluarsa atau memiliki batas waktu keabsahan. Umumnya sertifikasi kompetensi memiliki batas waktu valid sekitar lebih kurang 3 tahun. Bila telah lewat tiga tahun maka sertifikasi tsb dianggap telah kadaluarsa dan yang bersangkutan harus mengikuti ujian kembali untuk perpanjangan validitas sertifikasinya. Mengapa demikian? Karena bisa jadi pemilik sertifikasi tidak lagi bekerja di bidang yang sesuai dengan kompetensinya sehingga di khawatirkan tidak lagi memiliki keahlian sesuai dengan sertifikasi yang dimilikinya. Cara untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan ahli hanya dengan mengujinya kembali.

Badan Nasional Sertifikasi Profesi

Di Indonesia, pemerintah sudah menunjukkan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sebagai instansi resmi yang mengatur seluk-beluk sertifikasi kompetensi termasuk tata cara penerbitan sertifikasi nasional. BNSP bekerjasama dengan LSP yang telah ditunjuk melalui prosesur yang ketat menyelenggarakan proses ujian sertifikasi kompetensi yang sertifikasi diakui secara nasional. Bahkan juga diakui secara internasional khususnya di negara-negara ASEAN. Sertifikasi ditulis dalam dwibahasa indonesia dan inggris bertujuan agar sertifikasi ini juga berlaku di dunia internasional tidak hanya di Indonesia atau ASEAN saja.***